Reka Yang Bertanya Penghujung Tunggu-menunggu Sepi Sebenarnya sadar saja Menarik untuk terus menepi Sekali lagi, sepi Akankah di penghujung tunggu Kudapati aruni kembali? Hilang sudah hilang Berpindah Lagi dan lagi lelahnya tak hingga Kudapati diri nista Sejenak kurenungi Kudalami Kuselami Kemudian mati Sungguh tidak pantas Yang dilingkupi harap Berpindah-pindah lalu mati kembali Tak berkesudahan Lelah menemui Sayang sekali Yang ditemui gembok tak berkunci Tidak pantas Tidak pantas kuarungi Tidak pantas menunggu lalu mati Sekali lagi, kumohon Lengkapi
Postingan
?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Satu ramu, satu tuju Janjikan setia tanpa tamu Berlandas kata, terlena Buka mata, tersiksa Tak berandai pecah Semakin dalam semakin merekah Yang tadinya satu ramu Yang tadinya satu tuju Berujung pilu Jika dulu tidak bertemu Harap palsu mungkin tidak akan terjamu Menuntut sebuah ragu untuk terus melaju Akankah pantas jika kusebut gerutu? Tiap lewat jalan itu, egoku merajuk Membuntuti masa lalu yang dulunya merasuk Membutakan rasa yang selama ini terjaga Untuk terus melalang buana Aku tetaplah aku Dengan atapun tanpa kamu
PUISI - TENTANG KAMU
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tentang Kamu Entah apa yang kuingat Bayangan diri terpampang samar Membuat ragu ku semakin terpancar Akankah kita bertemu? Bersua menikmati waktu Bukankan kenangan bisa terukir saat kita mau? Lantas, apa yang membuatmu malu untuk menemuiku Waktu demi waktu telah berlalu Kamu, hanya angan-angan bagiku Soal kamu, masih menjadi misteriku Tanda tanya besar hanya bisa terjawab olehmu Ayo bertemu dan ceritakan apapun itu Jangan dasarkan ragu untuk berlalu Yakinkan dirimu dan aku menantikanmu Tak apa hanya sekedar bercerita apa makanan kesukaanmu Tak apa bercerita tentang komik favoritmu Rahasia itu hakmu Tapi jangan lupakan soal aku, aku juga bagian dari ceritamu Aku, adalah bagian "tentang kamu"
PUISI - SANG MIMPI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sang Mimpi Badai menyambutku dengan hangat Kilatan petir mengerjaiku dengan cepat Tiba disini, seperti mengingat Gubuk tua reotku, semakin angkuh terlihat Menjulang tinggi membuatku mengerjap Kulihat sekeliling Terjuntai singgasana megah Dengan tahta kosong, yang membuatku terbopong Tombak yang terangkat Sulur tumpul yang menjulur itu pertanda makmur Kini ku tahu maksudmu Merajamku dengan kenikmatan adalah sebuah kenistaan Ya, jawabku Dan saat itulah Tidurku menjadi sebuah, babak baru
PUISI - GURAT MERAH KALA SENJA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Gurat Merah Kala Senja Wangi kembang sukses membaur Kadang kental tercium Kadang lenyap terhempas Tatkala kutengok cakrawala Burung-burung terbang terarah Jadi satu untuk seribu Bersiap menyerbu Hei kawan! Lihatlah sandyakala yang indah disisi sana Dia milikku dan akan selalu begitu Tetaplah jadi pengagum Nikmatilah tanpa jadi perebutnya Milikilah tanpa jadi pengekangnya Sebenarnya, dialah gurat yang ku ceritakan dulu Yang sukses menentramkan jiwaku
CERITA PENDEK - WEJANGAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Wejangan Masih terhitung tengah malam saat mataku tak kuat untuk kupejam kembali, hawa dingin memperingatkanku untuk merapatkan kembali selimut tebal berwarna coklat dengan corak awan yang menjadi teman tidurku setiap malam. Tadi aku terbangun akibat tenggorokan yang meminta untuk diguyur beberapa gelas air, namun sehabis hajatku tertunai tetap saja aku masih seperti ini, melamun menatap langit-langit kamar dengan sebuah bisikan halus “ mau jadi apa kamu besok?”. Pertanyaan yang sangat menohok bagi sebagian orang termasuk aku yang notabene nya seorang pelajar di sekolah menengah atas dengan prestasi yang biasa-biasa saja. Harusnya mataku segera terpejam, karena besok akan diadakan ujian penilaian akhir tahun dan malam ini seharusnya menjadi malam untukku beristirahat. Namun anehnya aku seperti tersihir untuk terus membayang masa depan dengan aku sebagai subjeknya, fikiranku mendarat pada orang orang dengan motivasi entah apa, ...