Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

?

   Satu ramu, satu tuju Janjikan setia tanpa tamu Berlandas kata, terlena Buka mata, tersiksa Tak berandai pecah Semakin dalam semakin merekah Yang tadinya satu ramu Yang tadinya satu tuju Berujung pilu Jika dulu tidak bertemu Harap palsu mungkin tidak akan terjamu Menuntut sebuah ragu untuk terus melaju Akankah pantas jika kusebut gerutu? Tiap lewat jalan itu, egoku merajuk Membuntuti masa lalu yang dulunya merasuk Membutakan rasa yang selama ini terjaga Untuk terus melalang buana Aku tetaplah aku Dengan atapun tanpa kamu